Selasa, 24 Juli 2012

PERJUANGAN SALAH KAPRAH


Curhat seorang teman yang mengalami KDRT, mengingatkan saya tentang dunia aktifis. Dunia yang beberapa tahun lalu pernah membakar semangat saya untuk masuk ke dunia politik. Alhamdulillah, suami yang sangat membebaskan saya untuk memilih, justru membuat saya mengambil keputusan untuk beraktifitas seperti saat ini. Ditambah kenyataan lapangan yang saya lihat, apa yang dijalani aktifis, bertolak belakang dengan apa yang diperjuangkan. Akhirnya membulatkan keputusan saya  untuk memilih aktifitas yang dijalani sampai sekarang.

Dulu ketika masih terjun sebagai aktifis, ada beberapa kondisi yang tidak realistis yang saya temukan. Contoh sederhana tentang PKDRT (Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Banyak aktifis pengusung UU PKDRT adalah pelaku KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Baik sebagai pelaku kekerasan psikis, seperti penelantaran, pengabaian hak anak & pasangan, maupun sebagai pelaku kekerasan fisik seperti pemukulan, penganiayaan, dll.

Kalaulah demikian kondisinya, ada yang terluka dan tersakiti di dalam rumah tangga, muncul pertanyaan "Sebenarnya apa yang diperjuangkan oleh aktifis di luar rumah? Benarkah demi rakyat? Wong anak dan pasangannya saja tidak dapat ia perjuangkan. Ataukah tanpa sadar ia berjuang hanya demi memenuhi kebutuhan egonya?".

Untuk para aktifis, silahkan jawab pertanyaan di atas dengan pikiran bersih dan perasaan jernih, agar anda menemukan kembali hakikat sebuah perjuangan.





Tidak ada komentar: