Sebelumnya, telah diatur jadwal akan bertemu Sule "Prikitiw" pada hari Selasa 05 Juni 2012. Selasa pagi, ketika dikonfirmasi ulang, ternyata Sule masih sakit dan hari itu masuk rumah sakit. Akhirnya pertemuan pun batal.Tadi pagi, saat Tahajjud, tiba-tiba terlihat wajah seseorang yang punya peran ikut membesarkan nama Sule. Jadi teringat pesan seorang sahabat "Mbak Dewi perlu menangkap sinyal-sinyal yang diterima dari alam semesta".
Akhirnya saya coba menghubungi beliau via bbm. Ketika balasan bbm yang ditunggu dengan perasaan deg-degan dibalas, dengan sambutan yang sangat baik. Subhanallah, begitu mudahnya. Begitu indahnya. Teringat bbm sahabatku Melly Kiong yang dapat pesan dari Om Bob Sadino "Kita sebagai manusia jangan membuat rencana, karena rencana kita sudah disiapkan Yang Maha Pembuat Rencana. Tugas kita adalah berusaha sekuat kita. Karena jika kita buat rencana maka sering akan bertabrakan pada rencanaNYA dan akhirnya membuat kita kecewa"... (Thanks atas bbmnya ya Mel...).
Pesan tersebut menginspirasi jiwaku untuk menuangkan tulisan di twitter "Menjalani garis nasib yang sudah ditentukan, ketika kontrak dengan Sang Pemilik Nyawa". Yach, ketika kita hidup menggunakan gravitasi spiritual (istilah Mas Arvan Pradiansyah), dimensi kehidupan kita sudah berbeda. Apa yang didapat melebihi apa yang diperkirakan. "Subhanallah... Subhanallah... Subhanallah"... Diri ini sangat menyadari segala kekurangan yang sedang dibenahi. Baik sebagai diri sendiri, ibu dari ketiga buah hati kami dan istri dari suami sekaligus guru kehidupan... Tulisan ini berakhir, sore ini akan bertemu Pak Ary Ginanjar Agustian (ESQ). Mohon doa semua sahabat, semoga dimudahkan. Amin ya Rabbil'alamin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar