Jumat, 10 Mei 2013

Mari Berhenti Mengeluh


Siapa yang punya kenalan ketika bertemu seringnya mengeluh melulu? Mulai dari mengeluh tentang keadaannya, pasangannya, anaknya  dll.  Bagaimana perasaanmu menghadapi tipe orang seperti itu? Menurutmu apakah nyaman berhadapan dengan orang seperti itu? Tentu tidak nyaman bukan? Sama, saya juga tidak nyaman. 

Ketika satu kali mengeluh, orang dapat simpati dengan apa yang dikeluhkan. Ketika makin sering mengeluh, kadar simpati itu semakin berkurang bahkan menghilang.  Kenapa? Karena keluhan adalah ibarat sampah emosi yang dilemparkan pada orang lain. 

Menurut Anda, apakah ada orang yang bersedia  dijadikan tempat sampah emosi Anda?  
Saya teringat dengan penelitian tentang air yang dilakukan oleh  seorang ahli sains bernama Dr.Masaru Emoto. Ternyata kristal air jadi berubah bentuk karena kata-kata, yang dapat dilihat pada gambar berikut :
Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan "kamu bodoh

Kristal air yang terbentuk jika kita mengatakan "cinta dan terima kasih

Bukankah tubuh manusia terdiri dari 55%-78% terdiri dari air? Artinya kata-kata yang diucapkan akan dapat mempengaruhi manusia. Bukankah keluhan juga terdiri dari kata-kata? Bukankah kita sudah diingatkan bahwa kata-kata adalah doa. Jadi bila anda mengeluh, tanpa sadar anda telah mendoakan diri anda untuk berada dalam kehidupan yang penuh keluhan. Tanpa sadar anda  telah mengundang semakin banyak keluhan lainnya dalam kehidupan anda. Apakah anda mau hidup dalma kondisi demikian? Tentu tidak mau bukan?

Untuk itu, mari berpikir ribuan kali sebelum  mengeluh. Mengeluarkan emosi negatif boleh saja. Namun bukan menjadikan orang lain sebagai tempat sampah emosi anda. Bukan pula menjadikan diri anda sendiri berada dalam kehidupan penuh keluhan akibat kebiasaan anda yang sering mengeluh. Bukankah kata-kata adalah doa? Kira-kira doa seperti apakah yang akan Anda panjatkan, bila setiap doa dikabulkan Tuhan? Saya yakin anak kecil juga tahu jawabannya, apalagi anda yang membaca artikel ini.

Salam cinta
Ermalen Dewita
Motivator Pemberdayaan Diri

Tidak ada komentar: