Biasanya kita merasa bahagia apabila memiliki hubungan baik dengan keluarga dan sahabat, sukses dalam karir, aman dari segi keuangan, punya rumah bagus, punya mobil bagus, atau menggunakan bakat dan kelebihan kita dengan baik. Kita bahagia karena memiliki hal-hal sehat yang kita dambakan dalam hidup. Kita bahagia karena faktor eksternal dari kehidupan kita.
Bagaimana jika kondisi tersebut berubah atau hilang? Tentunya kebahagiaan pun ikut punah, bukan? Lalu kita tersadar ternyata kebahagiaan yang kita dapatkan hanya lah sesaat, pada waktu kehidupan baik terwujud, tapi ketika kondisi itu hilang, bahagia pun ikut musnah, yang tersisa adalah rasa kehilangan dan sakit hati.
Jauh dari lubuk hati, tentunya kita tidak menginginkan kondisi seperti itu, bukan? Tentunya kita tidak ingin hidup sekedar mendapatkan bahagia yang akhirnya berlalu dan berujung pada rasa sakit hati, bukan? Jauh dari lubuk hati, tentunya kita ingin mendapatkan kebahagiaan yang abadi, kebahagiaan sejati dan bukan sempalan pengalaman yang membahagiakan.
Insipirasi tulisan dari Marci Shimoff, 7 Step to Being happy from the Inside Out
Tidak ada komentar:
Posting Komentar