Sabtu, 08 November 2008

Menebus Rasa Bersalah

Bagaimana perasaan kita sebagai orang tua, ketika pulang sudah larut malam, sesampai di rumah ternyata anak-anak sudah tertidur pulas? Tentunya ada rasa bersalah bukan? Meskipun kita sudah minta ijin pada anak-anak bahwa hari ini waktu kita bersama mereka terpakai untuk pekerjaan, dan sebelum mereka tidur, melalui telepon kita sempatkan mengekspresikan rasa sayang dan ucapan selamat tidur, tentunya rasa bersalah itu tetap ada bukan? Apalagi kita sudah punya jadwal rutin untuk kegiatan menyenangkan bersama mereka, seperti mendongeng atau mendengar curhat mereka, tentunya rasa bersalah itu makin menjadi-jadi...

Perasaan itu pernah saya alami ketika dua hari berturut-turut sangat sibuk dengan pekerjaan. Sesampai di rumah sudah larut malam dan anak-anak sudah tidur dengan pulasnya. Melihat wajah mereka satu persatu yang mungkin asik dengan mimpinya, rasa bersalah muncul. Apalagi mengingat sebelum mereka tidur tadi, kegiatan bersama yang biasa kami lakukan seperti bercerita, games, dongeng, curhat, bahkan dance tidak terlaksana seperti biasanya, rasa bersalah semakin menjadi-jadi. Untuk mengurangi rasa bersalah, saya tetap berikan kasih sayang pada mereka, dengan cara memberi ciuman dan membelai mereka satu persatu, sambil membisikkan... "maaf kan mama sayang karena pulang agak malam...." dan paginya ketika mereka sudah bangun, kembali saya minta maaf pada anak-anak, mengucapkan "mama sayang kamu" sambil memberikan pelukan cium bangun tidur.

Tidak ada komentar: