"Ada yang berbeda hari ini" bisik batinku. Yach, tentu. Bukankah kemaren pagi sinar mentari tidak terlihat? Kemaren pagi, cahayanya yang cantik tertutup oleh awan mendung. Kontras sekali perbedaannya dengan hari ini.
Ya, perbedaan. Tanpa disadari, setiap hari selalu ada perbedaan. Setiap hari selalu ingin lebih baik. "Bukankah waktu, hari dan langkah yang sudah kita jalani tidak akan pernah kembali? Bukankah waktu, hari dan langkah yang kita jalani, hanya satu kali seumur hidup kita?
Memang ada waktu di hari berikutnya, namun waktu dan hari itu tidak lagi sama dengan waktu dan hari sebelumnya. Memang ada kesempatan kedua dan seterusnya, namun setiap kesempatan tidak akan ada yang sama, minimal dari sisi pengalamannya selalu ada sisi yang berbeda.
Teringat pada anak-anak dan pasangan. Teringat akan diri yang terus berbenah dan berbenah. Teringat akan kehidupan. Teringat akan kerinduan. "Sinar mentari pagi yang menyapa, mengingatkan diri yang rindu pada Sang Pencipta".
Terimakasih mentari pagi. Cahaya cantikmu yang berlimpah, seakan mengingatkan keberlimpahan berkah yang sudah diterima. Keberlimpahan cahayamu, mengingatkan diri untuk senantiasa bersyukur dan mengingat Sang Pencipta.
Cibubur Pagi Hari
Ermalen Dewita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar