Entah kenapa, pagi ini, mendadak saya tertarik menulis tentang CLBK. Saat di mana, hari ini akan ada reuni SMP & SMA. Padahal waktu masa SMP & SMA boleh dikatakan saya tidak punya “Cinta” ataupun “Cerita” untuk jadi bersemi di saat ini. (Cian deh, hehehe…). Namun tulisan ini terinspirasi ketika CLBK saya sebelum menikah
Ketika itu, kami bertemu tidak sengaja. Jujur, perasaan deg-degan kembali hadir. Apalagi saat bertegur sapa, dan dia bertanya tentang kenangan dulu. Spontan saja memoriku mesearching filenya, dan “klik” bertemu lah lembaran-lembaran yang klop untuk dibahas bersama
Mungkin ada perasaan berbunga dan senang campur aduk. Namun kesadaran akan kekinian, memaksaku untuk hadir di saat ini, di sini kini, di mana kondisi tidak lagi seperti dulu. “Bukankah masing-masing kita sudah ada yang memiliki” bisik batinku.
Terinspirasi guyonan teman SMP saat kami reuni. Ketika itu membahas, ada pasangan yang cemburu istrinya bertemu teman lama. Menanggapi cerita tersebut, temanku bilang begini “Dulu aja gak naksir, apalagi tuanya”, hihihi…
Guyonan teman ini menginspirasiku tentang CLBK. Mungkin kita sempat terhanyut oleh kenangan indah masa lalu. Namun apa sih manfaatnya untuk kondisi yang sekarang? Apakah karena merasa pasangan hidup tidak seindah sosok CLBK? Apakah sosok CLBK adalah cinta sejatimu? Hmm… sepertinya perlu dilihat kembali deh…
Mungkin, sosok CLBK adalah cinta sejati, dia mampu membuatmu bak ratu dan raja dibanding pasanganmu sendiri. Namun, pernahkah terpikir satu hal? “Kalau dia dulu benar-benar mencintaimu, kamu tidak mungkin dia biarkan hidup bersama orang lain saat ini. Terlepas ketika itu kamu atau dia yang memutuskan hubungan lebih dulu”.
Realistis di saat ini, jauh lebih aman ketika bertemu si CLBK. Oke, ketika baru bertemu debaran dan getaran itu muncul kembali, namun “STOP” sadar hei, bahwa itu hanya memori yang kembali searching. Bukan realita.
Muncul pertanyaan “Apakah memori itu bisa jadi realita kembali di saat ini?”. Menurutku sih bisa saja, bila diijinkan untuk jadi realita. Bila tidak, ia akan tetap jadi memori. Bagaimana respon kita terhadap memori tersebut, itu lah yang lebih penting. Kita dapat merespon memori itu dengan kondisi kekinian atau masa lalu.
CLBK menjadi “C” Lama Bersemi Kembali bila memori direspon dengan kondisi masa lalu. Namun CLBK menjadi “C” Lama Biarlah Kenangan bila memori direspon dengan kondisi kekinian.
Biarlah memori tetap memori, namun respon yang diberikan sudah berbeda. Karena bagaimanapun, memori itu tidak akan pernah hilang, kecuali orang yang bersangkutan sudah pikun, hehehe… Nah biar memori kita tetap fresh, tidak cepat pikun, merespon memori indah yang telah berlalu dengan kondisi kekinian dapat menentramkan perasaan dan kehidupan saat ini.
Oke friends, selamat bereuni ria... :)
Ermalen Dewita
Based On Mindset, NLP & Psychotherapy
edorganiser@gmail.com

2 komentar:
Good article....buk dewi.. sangat mengena kata-kata berikut; “Kalau dia dulu benar-benar mencintaimu, kamu tidak mungkin dia biarkan hidup bersama orang lain saat ini. Terlepas ketika itu kamu atau dia yang memutuskan hubungan lebih dulu”.
Terimakasih U3... "Kirain siapa, ternyata...". Sip lah...
Posting Komentar