Minggu, 14 Maret 2010

Ketika Bungsuku Mengidap Leptospira Bagian 2

Minggu 14 Maret 2010
Semalaman tidur Bungsuku tidak senyenyak biasanya, dia agak gelisah. Ketika sarapan pagi, ku raba tubuhnya panas lagi, mengeluh pusing, dada gak enak, kaki pegel dan perut sakit. Kondisi ini segera ku lapor ke suster. Ternyata suhu tubuhnya kembali tinggi sampai 38,5⁰C padahal selama di rumah sakit selalu 34-36⁰C. Suster memberikan tempra, dan membuka jarum infus yang masih terpasang. Tidak lama dia pun tertidur.

Saat tidur, entah kenapa ada rasa sedih yang sulit ku sembunyikan. Ada rasa khawatir melihat dia drop lagi dan ingat Kak D yang ingin ditemani karena mau ujian. Rasa ini ku tumpahkan ke suami melalui telpon. Mengingat banyak kerjaan yang diselesaikan, suami baru bisa datang bersama Kak D dan Kak F setelah siang dan pekerjaannya selesai.

Sambil menunggu bungsu tidur, ku coba telusuri tentang leptospira, dengan hasil sebagai berikut…

Apa Itu Leptospira?
Leptospira adalah penyakit yang menyerang hewan dan manusia yang disebabkan oleh bakteri leptospirosis. Bakteri ini biasanya ditemukan dalam air seni atau urine hewan yang terkena leptospira. Tikus merupakan sumber dan penyebab utama terjadinya leptospirosis karena tikus habitatnya jorok, mengkonsumsi apa saja dan di mana saja.

Cara Penularan Leptospira
Air kencing tikus terbawa langganan genangan air, masuk ke dalam tubuh manusia melalui permukaan kulit yang terluka, selaput lender mata dan hidung. Bisa juga melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh stitik urine tikus yang terinfeksi leptospira, kemudian dimakan dan diminum oleh manusia.

Urine tikus yang mengandung bibit penyakit leptospirosis juga dapat mencemari air di kamar mandi atau makanan yang tidak disimpan pada tempat yang aman. Makanan dan minuman di gudang penyimpanan warung kelontong, supermarket dan dapur, berpeluang dikencingi tikus. Jika kita tidak terkena secara langsung seperti tertelan atau terminum, kemungkinan kencing tikus itu mencemari tutup minuman kaleng. Padahal bisa saja kita terbiasa menenggak langsung minuman kaleng setelah membuka tutupnya tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Akibatnya, kencing hewan yang berkuman leptospira dan menempel di tutup kaleng itu langsung tertelan

Gejala Dini Leptospira
Umumnya adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, mata merah. Aneka gejala ini bisa sama dengan gejala lain, karena sering kali kita menduga hanya terkena masuk angin, flu atau tifus, memunculkan rasa nyeri yang luar biasa yang menyebabkan penderitanya tidak bisa duduk dan berdiri,

Hal ini bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi ke hati dapat menimbulkan gejala sakit kuning, komplikasi ke selaput otak menimbulkan gejala nyeri, kejang-kejang, leher kaku dan penurunan kesadaran. Sedangkan komplikasi ke ginjal, pada umumnya berakibat fatal.

Pada penderita yang sudah mengalami kerusakan hati yang ditandai dengan selaput mata berwarna kuning, akan lebih rentan terhadap risiko kematian akibat leptospirosis. Yang sering menghadapi bahaya leptospirosis adalah mereka yang dalam pekerjaannya sering menyentuh binatang, air, lumpur, tanah dan tanaman yang telah dicemari air kencing binatang yang tertular leptospirosis.

Pengobatan Leptospira
Bagi yang sudah telanjur terserang leptospirosis, ini bukanlah akhir dari segalanya. Sebab leptospirosis bukan penyakit ganas. Obatnya juga mudah didapat dan murah. Hanya saja di awal kasusnya, mungkin luput dari diagnosis. Selain antibiotika dan peniciline, kuman juga peka terhadap streptomycine, chlormaphenicol dan erythormycine. Harga jenis antibiotika klasik ini tergolong tidak mahal, dan mudah didapatkan, bahkan di Puskesmas sekalipun.

Pencegahan Penyakit Leptospira
Jaga Kebersihan Lingkungan dan tempat-tempat yang kemungkinan dijadikan tempat bersarangnya tikus harus segera dibersihkan agar tidak ada tempat sedikit pun bagi bakteri leptospirosis untuk berkembang biak.

Kuman leptospirosis ini mampu bertahan hidup berbulan-bulan di air dan tanah. Untuk membunuhnya cukup dengan menuangkan cairan disinfektan yang mudah didapat di toko-toko.
- Menjaga tangan agar selalu bersih.
- Hindari kontak dengan air seni hewan piaraan.
- Biasakan juga memakai pelindung seperti sarung tangan karet sewaktu kontak dengan air kotor, menggunakan pakaian pelindung kulit, beralas kaki, memakai sepatu bot terutama jika ada luka di kaki, borok atau eksim.
- Biasakan juga membasuh tangan sehabis menangani hewan ternak atau membersihkan gudang, dapur dan tempat-tempat kotor lainnya.
- Di samping itu, hindari berenang di air yang mungkin dicemari air seni binatang.
- Untuk mereka yang mempunyai hewan piaraan, ikuti anjuran dokter dengan memberikan vaksin pada hewan piaraan.
- Jika sudah sakit selama berminggu-minggu setelah terkena air seni binatang atau berada di lingkungan sekitar yang terdapat hewan, segera periksakan diri ke dokter

Sumber : www.sinarharapan.co.id

Tidak ada komentar: