Sabtu, 18 Oktober 2008

Sharing Pendidikan Bersama Milis Dikbud Di D'Bistro Cafe Slipi Jakarta

Awalnya saya pikir Mbak Melly Kiong bercanda ketika meminta saya berbagi pengalaman membina salah satu program kegiatan di lapangan. Setelah saya membaca undangan dari Pak Richard Susilo, moderator milis Dikbud yang tinggal menetap di Jepang, kebetulan beliau lagi berada di Indonesia, ternyata saya masuk agenda pertemuan. Waduh... akhirnya Jumat malam 17/10/08, ngebut semalaman membuat materi yang akan disampaikan besok.

Berikut testimoni dari peserta yang hadir....

----- Original Message -----
From: melly kiong
To: DikBud@yahoogroups.com
Sent: Sunday, October 19, 2008 9:58 AM
Subject: [DikBud] Pertemuan milist 18 Oktober 2008

Mbak Dewita,Bukan saja wanita cantik nan rupawan, kebesaran dan ketulusan hatinya , tekadnya berjuang bagi anak anak bangsa bukan sekedar slogan. Dengan sebuah rumah biasa dia mendirikan rumah Cerdas buat kaum duafa, dengan segala cibiran dia terus berjuang, bukan saja anak anak yang dia pikirkan, tetapi bagaimana memberdayakan keluarga dan maryarakat sekitar yang diterpa kemiskinan, bukan saja miskin harta, melainkan juga miskin pengetahuan. Cersa mengemas pendidikan dengan sangat luar biasa , dengan kasih seorang Ibu Dewi, benar benar berhasilkan bukan hanya mennumbuhkan karekter anak didik, melainkan juga karakter Guru yang berbudi luhur dan penuh pengabdian. Andai saja lebioh banyak lagi orang orang yang tergerak berjuang seperti Mbak Dewi yah............. ( nanti akan lebih jelas lagi profilnya dilaporan milist ) karena saya sudah tak sanggup meneruskannya saking bangganya "Selamat berjuang Mbak Dewi "



From: maibel_r <maibel_r@yahoo.com>
To: DikBud@yahoogroups.com
Sent: Sunday, October 19, 2008 5:56:29
PMSubject: [DikBud] Pertemuan tgl 18 okt di D'Bistro mediterania

Dear Friends,Awalnya saya sudah datang terlambat... ..wah ternyata ribet sekaleee mencari alamat di daerah jakarta Barat, begitu banyak jembatan layang, dan jalan tol kurangnya tanda2 pengarahan jalan yang akurat....cape d'....hampir2 saya give up tuh tuk datang ke D'Bristo di apt Mediterania. ....tapi berkat keuletan bu Melly yang juga dah mulai bingung gimana menjelaskan saya yang sama sekali gak kenal daerah itu, akhirnya meskipun terlambat hampir satu jam .Hehehehe... .Oke jadi sewaktu saya tiba Ibu Dewi sudah sedang bercerita tentang taman kanak2 yang didirikan dari rumah yang runtuh dibangun oleh beliau puing demi puing hingga sekarang terlihat indah sekali,luar biasa apa yang beliau lakukan semua untuk perbaikan karakter bangsa dimasa depan..tul gak bu Dewi.
Selain itu gagasan mulian beliau juga untuk melawan Buta Aksara terutama pada perempuan dan anak2 remaja...bukannya begitu Bu Dewi kalau salah monggo tolong diperbaiki.Nah seperti anda ketahui semua tidaklah sulit untuk memulaisesuatu...tetapi ternyata tidaklah mudah untuk mempertahankannya. ..bila kita tidak mempunyai niat yang keras, pasrah, berani berjuang, dan tidak punya dana.



----- Original Message ----
From: "Astomo, Aswibowo" <Bowo.Astomo.ap@nielsen.com>
To: DikBud@yahoogroups.com; DikBud@yahoogroups.com
Sent: Monday, October 20, 2008 6:47:21
AMSubject: RE: [DikBud] Pertemuan milist 18 Oktober 2008

terimakasih pak mod , yang telah memfasilitasi ketemuan hari sabtu kemarin.tukar pengalaman ini sangat berarti buat saya karena dapat menyentuh hati kita dan juga ada Ide2 yang baik dapat di tularkan seperti m'dewi yang tulus mendirikan sebuah tempat rumah cerdas untuk kaum dhuafa, rumah tersebut rumah pribadi dan di bangun secara bertahapa dari dana pensiun dini ....( bukan buat usaha baru tapi mendirikan pendidikan di luar sekolah bagi yang tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak ) .. perjuangan m'dewi luar biasa. tidak hanya mendidikan anak-anak tapi mendidik orang tuanya dan merubah pandangan mereka bahwa ilmu bisa di dapat dari mana saja tidak harus dari bangku sekolah. belajar membaca dan menulis dengan cara sederhana .



----- Original Message -----
From: sitawati ken utami
To: DikBud@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, October 21, 2008 12:21 PM
Subject: [DikBud] D'Bistro Copy Darat

Pertemuan yang sebenarnya difokuskan untuk mengikuti presentasi Ibu Dewi tentang pemberantasan buta aksara ibu-ibu sekitar rumahnya berkembang menjadi pembahasan mengenai cerita tentang sekolah PAUDnya dan sekolah untuk kaum dhuafa. Sebuah perjuangan dan totalitas yang tak ternilai. Saya yakin sungguh tidak mudah mengubah persepsi diri dari seorang yang mapan di sebuah perusahaan asing menjadi seorang yang tanpa dibayar bekerja untuk orang lain yang memang membutuhkan. Pengorbanan waktu dan materi yang diceritakan Ibu Dewi memberikan semangat dan inspirasi. Hingga sampai sekarang bisa bertahan... kuncinya adalah IKHLAS. Satu kata yang mudah diucapkan tapi tidak mudah dipraktekkan. Salut Ibu Dewi!

Tidak ada komentar: