Rabu, 29 Oktober 2008

Anda Semua Orang Besar

Mohon maaf betul ini. Karena saya sayang kepada Anda semua, maka pagi-pagi begini Anda saya provokasi.

Ada soal-soal internal dan eksternal dalam hidup kita. Soal eksternal acapkali bergerak liar di luar kendali kita : kebijakan pemerintah, keadaan ekonomi makro, pergolakan politik dan lain-lain. Sebaliknya, soal-soal internal sepenuhnya ada dalam kendali kita. Pilihan untuk menjadi rapuh atau tegar, ada pada kita. Pilihan untuk menjadi cengeng atau pantang menyerah ada pada kita. Pilihan untuk menjadi sakit hati atau besar jiwa ada pada kita. Kata-kata Gandhi berikut ini sering saya kutip saat pelatihan : Nobody can hurt me without my permission."Siapapun Anda Bapak dan Ibu yang saya sayangi, apakah guru honorer, guru bantu, pengusaha (yang sedang mengusahakan pekerjaan untuk dirinya sendiri), pengusaha yang terjerembab, tukang parkir, pemulung, dan lain-lain. Anda semua (dan juga saya) adalah orang besar. Semua kita menghadapi masalah. Tapi satu hal yang paling penting : Kita lebih besar dari semua masalah itu. Semakin besar masalah, semakin besarlah kita. Jika Anda tak percaya itu, maka kepercayaan Anda kepada Sang Khaliq patut dipertanyakan. Sebab Ia menurunkan kita sebagai pemimpin. Termasuk di dalamnya memimpin masalah.

Please, jangan rendahkan diri dengan mengatakan saya hanya seorang guru biasa, saya hanya seorang pegawai biasa. Anda mulia Bapak dan Ibu, bukan sekedar hanya. Mohon maaf Bapak dan Ibu. Karena saya sayang Anda semua, maka provokasi ini saya tembakkan. Dalam diri kita melekat dua buah tugas : salah satunya adalah memimpin. Mari kita hindari datangnya murka Sang Maha Kuasa karena mengijinkan diri kita terjajah. (Sumber : Muzi Marpaung)

Tidak ada komentar: