Hati-hati dengan prasangka buruk. Selain dapat menyakiti perasaan orang lain, juga dapat mencemarkan nama baik orang lain.
Ingat filosofi telunjuk? Ketika jari telunjuk mengarah kepada orang lain, berapa banyak jari lain yang mengarah kepada arah diri kita? Ayo... hitung sendiri!
Mari koreksi diri... sudah berapa banyak kah jari telunjuk kita mengarah kepada orang lain, karena sibuknya menunjuk orang lain, kita jadi lupa bahwa ada beberapa jari lain yang mengarah kepada diri kita sendiri. Malu gak sih dengan diri sendiri?
Mari kita hidup berkualitas dan menjadi manusia yang berkualitas...
2 komentar:
mbak Dewi,
prasangka buruk itu bersliweran dimana-mana seperti udara buruk. Ndak usah dipikirn. Mungkin mbak pernah jadi korban gosip/fitnah ya...
Sebagaimana seseorang berpikir, demikianlah dia itu. Biasanya mbak, orang yang selalu berprasangka orang lain adalah pencuri, dia sendiri adalah maling. Orang yang selalu curiga orang lain jahat, dia sendiri biasanya orang jahat. Karena orang berpikir berdasarkan nilai-nilai yang dia anut.
Salam
Pak Budi, bagi saya... namanya hidup, tentu berbagai perjalanan pernah kita lalui, apakah baik ataupun buruk dan akhirnya membuat kita bisa belajar. Perjalanan itu tidak selamanya langsung kita alami, tapi juga bisa orang lain, teman kita, sahabat kita, atau siapapun yang membuat empati kita cukup dalam untuk terlibat...
Posting Komentar